Host Place

Just another WordPress site

Menu Close

Category: Business

5 Strategi Menyusun Peluang Usaha Sepatu Dan Sandal

Kebutuhan akan fashion memang tidak akan ada matinya. Salah satunya adalah sepatu dan sandal terbilang sebagai kebutuhan primer. Sandal dan sepatu ini pasti akan selalu dibutuhkan untuk anak sekolah, mahasiswa, pekerja dan ibu rumah tangga. Melihat seberapa pentingnya sepatu dan sandal ini dibutuhkan. Tentu bisa melihat peluang usaha sepatu dan sandal ini. Di mana dapat memulai bisnis ini dengan melihat trend yang sedang berkembang di kalangan masyarakat.

Untuk itu sesuaikan jenis usaha dengan budget yang di miliki, tidak harus memiliki store yang besar, cukup mulailah semuanya dengan sederhana. Berikut ulasan lengkap mengenai strategi menyusun peluang dalam usaha sepatu dan sandal yang dapat dijadikan referensi:

1. Mencari Informasi

Langkah awal dalam sebuah usaha tentu menggali informasi terkait usaha yang digeluti. Jenis sepatu dan sandal apa yang akan anda jual. Seperti apa anda ingin lebih difokuskan menjual sepatu kulit atau menjual sepatu anak sekolah. Tentu dalam hal ini perlu menyesuaikan terhadap mayoritas kebutuhan masyarakat disekitar toko anda.

Selain kebutuhan pasar anda juga harus mengetahui informasi terkait kebutuhan untuk supplier toko anda. Disini anda perlu perbanyak jaringan relasi dalam mengembangkan usaha. Pilih supplier yang spesifik dengan barang yang akan anda jual. Usahakan anda memiliki lebih dari satu supplier, hal ini untuk membantu jika supplier yang satu belum dapat memenuhi kebutuhan anda.

2. Menyiapkan Modal

Dalam melihat peluang usaha sepatu dan sandal keberadaan modal disini sangat lah berperan, untuk itu ketahui pengeluaran-pengeluaran apa yang akan sangat di perlukan. Selain untuk membeli barang dagangan anda juga perlu untuk membayar sewa toko jika bukan milik sendiri. Jika anda merasa tidak sanggup menghandle toko dengan sendirian, anda bisa membayar karyawan satu atau dua orang. Tentu itu semua dapat disesuaikan dengan ketersediaan budget.

3. Barang Dagangan Yang Perlu Disiapkan

Sepatu dan sandal sendiri merupakan salah satu fashion yang memiliki banyak sekali variasi. Ketika anda melihat peluang usaha sepatu dan sandal anda perlu mengetahui jenis –jenis barang tersebut. Seperti sepatu terdapat banyak variasi jika disesuaikan dengan jenis kebutuhan contohnya sepatu untuk anak sekolah, sepatu untuk kekampus, sepatu untuk menanjak gunung , sepatu kulit untuk para pekerja dan sepatu untuk berolahraga.  Sedangkan sandal pun memilki variasi yang beragam. Seperti sandal jepit, heels, wedget dan sandal slop.

4. Lokasi Toko

Keberadaan toko offline anda sangat berpengaruh. Carilah lokasi toko yang sering dikunjungi oleh keramai yang memang bertujuan akan berbelanja. Seperti dekat dengan pasar, atau lokasi yang mudah dijangkau oleh pengendara seperti terletak tepat disisi jalan. Jika anda ingin memiliki toko online tidak ada salahnya menjajakan di marketplace yang sudah terkenal seperti tokopedia. Tentu hal ini akan lebih memudahkan anda dalam mempromosikan dengan cara yang lebih efektif.

5. Strategi Pemasaran

Melihat peluang usaha sepatu dan sandal anda juga harus melihat peluang target pasar. Langkah yang paling efektif adalah mempromosikan melalui sosial media usaha anda. Langkah kedua anda juga dapat memasang banner diskon depan toko anda. Untuk menarik perhatian konsumen. Selain itu anda juga dapat menggunakan fitur beriklan pada platform marketplace yang anda gunakan.

Nah itu dia sederetan hal yang perlu anda persiapkan untuk memulai usaha sepatu dan sandal. Hal yang perlu diingat yaitu jangan sampai anda tertinggal trend yang sedang berkembang. Ketika anda menggeluti usaha di bidang fashion.

Bisnis Rumahan di Desa yang Sangat Menjanjikan

Bisnis rumahan di desa sangat memiliki peluang. Pengertian desa sendiri adalah pemukiman kecil dari beberapa unit yang biasa disebut dengan kampung atau dusun. Desa memiliki pemimpin yang disebut kepala desa. Penduduk desa berhak mengatur sendiri rumah tangganya tanpa campur tangan pemerintah.

Bisnis rumahan di desa sangat berbanding terbalik dengan bisnis rumahan yang ada di perkotaan. Mayoritas mata pencaharian orang desa adalah petani dan pekebun. Sedangkan di perkotaan rata-rata pencaharian penduduknya adalah pegawai perkantoran. Berbeda dengan penduduk kota, penduduk desa sangat menghargai adat istiadat yang ada dan saling bergotong royong.

Masyarakat desa yang tidak memiliki pekerjaan tetap bisa mencoba membuka bisnis rumahan. Berbisinis di rumah tidak terlalu memberatkan karena pekerjaan tersebut sangat santai untuk dilakukan. Namun bukan hal yang mudah untuk memulai suatu bisnis karena harus memakai modal baik modal kecil maupun besar. Berikut ini bisnis rumahan di desa yang memiliki peluang besar.

1. Usaha Dalam Bidang Hidroponik

Untuk membuat usaha hidroponik, membutuhkan lahan yang cukup luas sehingga cocok ditanam di pedesaan. Misalnya menanam tanaman sayuran dengan hidroponik di sekitar rumah masyarakat yang memiliki pekarangan yang luas. Sehingga masyarakat mudah merawat tanaman tersebut agar tetap terlihat bersih dan segar.

2. Sewa Alat Pertanian

Sebagian masyarakat yang bermata pencaharian petani belum sepenuhnya memiliki alat pertanian yang dibutuhkan. Maka dari itu masyarakat yang memiliki modal besar bisa membeli alat pertanian seperti traktor. Masyarakat yang memiliki traktor bisa menyewakan kepada petani yang membutuhkan traktor pada saat pertama turun ke sawah setelah panen.

3. Penjualan Aneka Bibit Tanaman

Masyarakat yang mempunyai lahan yang luas di sekitar rumah, bisa menanam berbagai aneka bibit tanaman yang sedang di cari. Seperti bibit tanaman buah strawberry, rambutan, dan lain sebagainya yang dibutuhkan oleh pekebun. Kemudian jika umur tanaman tersebut sudah bisa dijadikan bibit, maka masyarakat bisa memasarkan di pasar tradisional.

4. Berbisnis Kuliner

Contoh bisnis kuliner di pedesaan yang bisa dibilang menjanjikan adalah kuliner kue tradisional. Dalam memulai usaha ini, masyarakat sebaiknya terlebih dahulu mempromosikan di sosial media masing-masing. Karena zaman sekarang, di pedesaan juga sudah mempunyai jaringan. Sehingga bisa mewadahi masyarakat dalam mempromosikan usahanya di sosial media.

5. Usaha Budidaya Ikan

Masyarakat di desa mengisi waktu luangnya sekaligus sebagai hobi yaitu dengan membudidayakan ikan. Dengan bermodalkan pakarangan yang luas di sekitar rumah yang bisa dijadikan kolam untuk memelihara ikan. Ikan yang biasa dibudidayakan yaitu yang banyak digemari di pasaran. Seperti ikan lele, ikan nila, dan ikan mas. Jenis ikan tersebut, perawatannya terbilang cukup mudah.

6. Usaha Budidaya Ayam dan Bebek

Selain budidaya ikan, masyarakat juga bisa membudidayakan ayam dan bebek. Cara perawatan ayam cukup dengan divaksin agar terhindar dari penyakit. Sedangkan bebek tidak perlu divaksin karena tahan terhadap penyakit. Ayam bisa dijual telur dan dagingnya. Berbeda dengan bebek memiliki nilai jual pada telurnya meskipun dagingnya juga bisa dijual.

7. Usaha Kerajinan Tangan

Untuk membuka bisnis kerajinan tangan, diperlukan keahlian khusus masyarakat untuk membuat kerajinan tersebut. Peluang dari usaha kerajinan tangan ini, bisa saja menembus pasar nasional atau bahkan internasional. Bahan yang bisa digunakan seperti bahan alami (tanaman), tanah liat, rotan, kayu, dan barang bekas. Hasil kerajinannya seperti tas, jam tangan, dan lain sebagainya.

Nah itulah beberapa bisnis rumahan di desa yang bisa diterapkan masyarakat desa yang ingin mencari penghasilan tambahan. Usaha tersebut sebagian besar tidak memiliki modal yang besar dan hanya dengan mempunyai lahan yang luas di sekitar rumah. Semoga bermanfaat bagi yang ingin membuka salah satu usaha yang dipaparkan.

Modal Bisnis Catering Yang Perlu Dipersiapkan sebelum Mulai Usaha

Modal bisnis catering tidak banyak tetapi omzet lumayan. Bahkan sekali bermodal sudah cukup. Sedangkan untuk pembayaran kebutuhan usaha selanjutnya, bisa menggunakan perputaran omzet.

Jika memiliki rumah luas, biaya modal lebih kecil. Karena proses pembuatan kue ataupun suguhan lainnya bisa memanfaatkan lahan tersebut. Sehingga yang perlu dipersiapkan hanya stok biaya lainnya. Ini dia modal-modal tersebut:

1. Modal Awal Bahan Memasak

Modal bisnis catering yang pertama adalah modal awal untuk bahan memasak. Ini tidak banyak, Rp50.000.000 rupiah saja sudah bagus. Jika kebetulan mendapatkan pesanan di acara-acara besar seperti resepsi pengantin, yudisium, acara wisuda dan lain sebagainya.

Jika acara lebih kecil, Rp35.000.000 sudah bisa berbisnis. Seperti acara istighosah akbar, pesta ulang tahun, dan selainnya. Ini modal khusus untuk membuat makanan. Terutama bagi pengusaha catering yang tidak mendapatkan uang muka (panjar).

2. Modal Untuk Gaji Pekerja

Pengusaha catering tidak mungkin bekerja sendiri. Bisa dibayangkan, nasi 100 bungkus dimasak sendiri, bisa bosan seketika dan bisnis tersebut akan hancur. Maka dari itu, diperlukan pekerja untuk membantu bisnis.

Modal selanjutnya adalah biaya untuk menggaji pekerja. Paling banyak dalam satu kali even, membutuhkan uang sebesar Rp3.000.000 saja. Ini sudah menghitung 10 orang pegawai dengan gaji Rp300.000 perorang dari awal hingga selesai.

3. Modal Promosi Usaha

Jenis usaha pasti membutuhkan promosi. Karena inilah penyebab, bisnis bisa berkembang lebih pesat. Maka dari itu, modal yang perlu dipersiapkan selanjutnya adalah biaya untuk membuat perangkat promosi.

Untuk modal ini Rp1.000.000 rupiah sudah cukup. Itu sudah termasuk pembuatan perangkat promo permanen yang akan diberdirikan di gedung acara serta stempel nama di kotak tempat suguhan.

4. Modal Rumah Tangga

Jika bisnis skala besar, modal rumah tangga perlu diperhitungkan. Seperti biaya listrik dan air. Karena tidak mungkin, bisa memasak jika kedua unsur ini tidak ada. Apalagi perangkat masak saat ini sebagian besar menggunakan sarana elektrik.

Modal yang dipersiapkan untuk kepentingan ini paling besar Rp200.000 rupiah saja. Karena ini biaya standar untuk kebutuhan listrik dan air rumahan. Toh penggunaan daya untuk catering juga tidak terlalu besar. 

5. Modal Untuk Transportasi

Modal yang selanjutnya ialah modal transportasi. Karena biasanya, pihak pengusaha mengantar bukan pemesan yang melakukan penjemputan. Maka dari itu, silakan persiapkan uang Rp 30.000.000 untuk membeli mobil pick up edisi lama.

Jika ingin hemat, bisa menggunakan mobil pesanan berlangganan.  Untuk ini, modal yang dibutuhkan paling Rp100.000 rupiah saja sekali antar tergantung jarak tempuh tempat dilangsungkannya acara.

6. Modal Lain-Lain

Modal lain-lain dihitung per-pesanan. Misalnya upah untuk tetangga yang telah mencarikan pelanggan. Ini juga perlu diperhatikan. Paling tidak sebagai uang terima kasih karena telah ikut mempromosikan usaha.

Modalnya juga tidak terlalu besar. Rp50.000 rupiah saja sudah cukup untuk per pesanan. Jika lebih, tinggal dikalikan saja.

Total Modal Bisnis Catering

Total modal bisnis catering, tidak terlalu besar. Tetapi harus diperhitungkan dengan matang. Jika dibaca dari list di atas, minimal untuk bisa membuka bisnis jasa makanan ini, membutuhkan modal sebesar Rp60.000.000 rupiah saja. Ini sudah cukup untuk menyelesaikan satu pesanan.

Biaya lebih besar jika membangun lahan dan membeli mobil angkutan makanan. Namun, ini boleh diabaikan jika sudah memiliki lahan luas serta memiliki rekan pemilik mobil yang bisa disewa dengan sopir yang jujur dan terpercaya.

Begitu modal bisnis catering yang perlu diketahui. Berminat? Silakan kumpulkan uangnya sekarang juga lalu mulai garap usaha. Pastikan juga promosinya intensif dan tidak kenal lelah.