Bisnis rumahan di desa sangat memiliki peluang. Pengertian desa sendiri adalah pemukiman kecil dari beberapa unit yang biasa disebut dengan kampung atau dusun. Desa memiliki pemimpin yang disebut kepala desa. Penduduk desa berhak mengatur sendiri rumah tangganya tanpa campur tangan pemerintah.

Bisnis rumahan di desa sangat berbanding terbalik dengan bisnis rumahan yang ada di perkotaan. Mayoritas mata pencaharian orang desa adalah petani dan pekebun. Sedangkan di perkotaan rata-rata pencaharian penduduknya adalah pegawai perkantoran. Berbeda dengan penduduk kota, penduduk desa sangat menghargai adat istiadat yang ada dan saling bergotong royong.

Masyarakat desa yang tidak memiliki pekerjaan tetap bisa mencoba membuka bisnis rumahan. Berbisinis di rumah tidak terlalu memberatkan karena pekerjaan tersebut sangat santai untuk dilakukan. Namun bukan hal yang mudah untuk memulai suatu bisnis karena harus memakai modal baik modal kecil maupun besar. Berikut ini bisnis rumahan di desa yang memiliki peluang besar.

1. Usaha Dalam Bidang Hidroponik

Untuk membuat usaha hidroponik, membutuhkan lahan yang cukup luas sehingga cocok ditanam di pedesaan. Misalnya menanam tanaman sayuran dengan hidroponik di sekitar rumah masyarakat yang memiliki pekarangan yang luas. Sehingga masyarakat mudah merawat tanaman tersebut agar tetap terlihat bersih dan segar.

2. Sewa Alat Pertanian

Sebagian masyarakat yang bermata pencaharian petani belum sepenuhnya memiliki alat pertanian yang dibutuhkan. Maka dari itu masyarakat yang memiliki modal besar bisa membeli alat pertanian seperti traktor. Masyarakat yang memiliki traktor bisa menyewakan kepada petani yang membutuhkan traktor pada saat pertama turun ke sawah setelah panen.

3. Penjualan Aneka Bibit Tanaman

Masyarakat yang mempunyai lahan yang luas di sekitar rumah, bisa menanam berbagai aneka bibit tanaman yang sedang di cari. Seperti bibit tanaman buah strawberry, rambutan, dan lain sebagainya yang dibutuhkan oleh pekebun. Kemudian jika umur tanaman tersebut sudah bisa dijadikan bibit, maka masyarakat bisa memasarkan di pasar tradisional.

4. Berbisnis Kuliner

Contoh bisnis kuliner di pedesaan yang bisa dibilang menjanjikan adalah kuliner kue tradisional. Dalam memulai usaha ini, masyarakat sebaiknya terlebih dahulu mempromosikan di sosial media masing-masing. Karena zaman sekarang, di pedesaan juga sudah mempunyai jaringan. Sehingga bisa mewadahi masyarakat dalam mempromosikan usahanya di sosial media.

5. Usaha Budidaya Ikan

Masyarakat di desa mengisi waktu luangnya sekaligus sebagai hobi yaitu dengan membudidayakan ikan. Dengan bermodalkan pakarangan yang luas di sekitar rumah yang bisa dijadikan kolam untuk memelihara ikan. Ikan yang biasa dibudidayakan yaitu yang banyak digemari di pasaran. Seperti ikan lele, ikan nila, dan ikan mas. Jenis ikan tersebut, perawatannya terbilang cukup mudah.

6. Usaha Budidaya Ayam dan Bebek

Selain budidaya ikan, masyarakat juga bisa membudidayakan ayam dan bebek. Cara perawatan ayam cukup dengan divaksin agar terhindar dari penyakit. Sedangkan bebek tidak perlu divaksin karena tahan terhadap penyakit. Ayam bisa dijual telur dan dagingnya. Berbeda dengan bebek memiliki nilai jual pada telurnya meskipun dagingnya juga bisa dijual.

7. Usaha Kerajinan Tangan

Untuk membuka bisnis kerajinan tangan, diperlukan keahlian khusus masyarakat untuk membuat kerajinan tersebut. Peluang dari usaha kerajinan tangan ini, bisa saja menembus pasar nasional atau bahkan internasional. Bahan yang bisa digunakan seperti bahan alami (tanaman), tanah liat, rotan, kayu, dan barang bekas. Hasil kerajinannya seperti tas, jam tangan, dan lain sebagainya.

Nah itulah beberapa bisnis rumahan di desa yang bisa diterapkan masyarakat desa yang ingin mencari penghasilan tambahan. Usaha tersebut sebagian besar tidak memiliki modal yang besar dan hanya dengan mempunyai lahan yang luas di sekitar rumah. Semoga bermanfaat bagi yang ingin membuka salah satu usaha yang dipaparkan.